Apa yang ada di benakmu ketika melihat, membaca, atau sekedar mendengar kata “bersepeda”? mungkin terlintas di benak teman-teman: Sebuah alat yang bisa digunakan untuk berolahraga, sekedar bepergian, atau bahkan sebagai alat bantu untuk berniaga atau sekedar membawa/mengangkut barang. Nah dulu, saya juga berpikiran seperti itu hahaha. Setelah beberapa kali berkeliling menggunakan sepeda, ternyata bersepeda bukan cuman sekedar itu semua, lebih dari itu, mungkin sedikit hyperbola, tapi yang kurasa saat mengayuh sepeda, ada ketenangan yang menyenangkan, saya agak bingung menggambarkanya lewat kata-kata, intinya coba dan rasakan sendiri, kalau belum dapat ketenangan yang menyenangkan seperti yang kurasakan, berarti sekali dua kali bersepeda belum cukup atau jarak yang kau tempuh masih kurang jauh cess hihihi.

“Bagaimana pinrang om. Bisami kayaknya juga bikin ICM”
Nah beberapa waktu yang lalu di grup WhatsApp, sebuah pesan ajakan dari salah seorang teman muncul di kolom pesan, ajakan tersebut adalah ajakan untuk membuat sebuah kegiatan, kegiatan tersebut bernama “Pinrang Critical Mass”, saat itu saya belum mengetahui sama sekali apa dan bagaimana itu ICM, dipikiranku, yaah pasti tidak jauh dari kegiatan bersepeda haha. saat itu ajakan tersebut disambut teman-teman dengan meng-iyakan: “GASS” atau sekedar stiker-stiker yang meng-iyakan ajakan. Tak menunggu waktu yang lama, flyer kegiatan Pinrang Critical Mass telah di buat oleh salah seorang teman. Isinya kurang lebih ajakan untuk bersepeda dengan titik kumpul di Taman Marannu, sebuah taman yang berlokasi cukup strategis di kota Pinrang dan finish di Espoir Space, salah satu café yang berada di kota Pinrang.

Jumat 25 Juli 2024, sekitar Pukul 20:00 WITA Taman Marannu sudah di padati dengan berbagai jenis sepeda, mulai dari sepeda Fixie, Commuter Bike, MTB, Roadbike bahkan BMX (lebih spesifik sepeda BMX tersebut adalah milik LABABA haha), bahkan mungkin masih ada jenis sepeda yang belum saya sebutkan, entah karena luput dari pandanganku atau memang saya tidak tahu jenis sepedanya, saking banyaknya. Kalo saya tebak-tebak, sepertinya ada 30 sampai 50 sepeda yang ikut, atau bahkan lebih. Setelah kami rasa sudah tidak ada teman yang mesti di tunggu, dengan aba-aba oleh beberapa teman, akhirnya bersepeda keliling kota pinrang pun di mulai, kami start dari taman marannu menuju Lapangan Lasinrang, terus kembali lagi ke jalan poros Jl.Sultan Hasanuddin, terus rombongan menuju selatan kota Pinrang Jl. Jend. Sudirman, nah setelah dapat lampu merah dekat mesjid di Jl Jend. Sudirman, rombongan belok kiri ke Jl.Beruang, terus Belok kanan ke Jl.Pelanduk, terus belok kanan ke Jl. Serigala, naahhh rute kembali tembus ke jalan poros Jl.Jend Sudirman. Terus selanjutnya kami menuju jalan Bintang, di Jl.Bintang, tepatnya di depan Kantor Bupati, rombongan sempat singgah sejenak, karena ada salah seorang teman yang sepedanya sedikit bermasalah dan sedikit butuh perhatian khusus, tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, perjalanan kami lanjutkan, mutar kembali ke arah jalan poros. Hantam lurus sampai sampai Jl. Sultan Hasanuddin, setelah dapat Jl. Garuda, rombongan belok kanan, naahh tidak jauh dari jalan Poros, akhirnya rombongan finish di Espoir Space, sebuah café yang memang dijadikan titik finish (semoga gambaran rute di atas tidak membingungkan haha, kalaupun semisal membingungkan, bayangkanmi saja ada rombongan yang lumayan ramai naik sepeda berkeliling sekitaran kota pinrang). Sesampainya di titik finish, semangka dan beberapa buah yang sudah di potong rapi ternyata sudah menanti, ohh iya tidak lupa minuman segar bercampur es batu di suguhkan (kerenki memang tawwa ini Espoir Space). Intinya setelah menyantap buah-buahan dan beberapa gelas minuman segar, langsung enak perasaan hahahhaa, kaya’nya ini salah satu pengalaman bersepeda ramai-ramai yang menyenangkan kurasa.

Ohh iyya, setelah mengikuti kegiatan ICM, saya masih belum mengetahui apa dan bagaimana itu ICM, beberapa hari setelahnya, karana di rundung rasa penasaran, saya sedikit mencari tahu, dan ternyata ICM itu kurang lebih seperti ini:
Indonesia Critical Mass: Saat Warga Mengayuh Perubahan Kota/Kabupaten.
Coba bede kau bayangkan di suatu pagi atau selepas Isya di akhir pekan. Jalan-jalan di kota Pinrang yang biasanya dipenuhi suara knalpot dari berbagai macam jenis kendaraan tiba-tiba dipenuhi orang-orang yang mengayuh sepeda dengan santai. Ada yang bersepeda sendiri, dan ada juga yang bersepeda dengan rombongan. Mereka bersepeda bersama. Nah ini bukan sekadar kumpul-kumpul, ini adalah bagian dari gerakan yang disebut Indonesia Critical Mass.
Gerakan ini punya tujuan sederhana tapi bermakna besar: gerakan ini menunjukkan bahwa Pinrang bukan hanya milik mobil dan motor semata. Warga juga punya hak atas jalan, atas udara bersih, atas ruang untuk bergerak dengan aman.
Dari informasi yang saya dapat, Critical Mass sendiri pertama kali muncul di San Francisco tahun 1992. Ide dasarnya: jika cukup banyak orang bersepeda bersama, maka mereka akan terlihat dan tidak bisa diabaikan. Gerakan ini kemudian menyebar ke berbagai kota di dunia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, Critical Mass mulai dikenal sejak awal 2000-an. Kini, komunitas-komunitas pesepeda di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Denpasar rutin menggelar aksi serupa. Biasanya dilakukan pada hari Jumat di akhir bulan, mereka bersepeda bersama, melintasi jalan-jalan utama kota. Nah salah satu yang menurutku keren dalam gerakan ICM itu adalah, tidak ada ketua, tidak ada struktur resmi, semua setara, semua ikut karena merasa peduli.
Maknanya?
Banyak. Ini bukan cuma soal sepeda, tapi tentang kota yang manusiawi. Tentang ruang publik yang bisa dinikmati siapa saja, bukan hanya yang punya kendaraan pribadi. Tentang udara yang lebih bersih, jalan yang lebih aman, dan kehidupan kota atau sudut-sudut daerah yang lebih sehat. Mewujudkannya di kabupaten kota seperti Pinrang mungkin sedikit sulit, tapi itu bukan berarti tidak bisa.
Apa dampaknya?
Selain menyuarakan isu penting seperti polusi dan hak pesepeda, gerakan ini mendorong pemerintah kota mulai memperhatikan pembangunan jalur sepeda, car-free day, dan kebijakan transportasi yang lebih berkelanjutan, deeehhh semoga di kemudian hari, pemerintah atau instansi terkait di kabupaten Pinrang bisa sedikit memberi perhatian, sedikitmo hehehe.

Indonesia Critical Mass mengingatkan kita bahwa perubahan sebuah kota atau daerah bisa dimulai dari hal kecil. Dari sekelompok orang yang berani mengambil jalan, bukan untuk berkuasa, tapi untuk berbagi. Kami tidak menuntut banyak, hanya ingin kota yang bisa dinikmati bersama, dengan cara yang lebih ramah dan sehat.
Mungkin, saatnya kita ikut mengayuh. Karena siapa tahu, masa depan Pinrang bisa dimulai dari sepedamu cess hahahaha.
Fandy Rauf, Pinrang 31 Juli 2025






.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)